Simpan template dan lihatl Red Bubble Rose: You're So Beautiful Girl part 3

Selasa, 17 Juni 2014

You're So Beautiful Girl part 3

Judul          : You’re So Beautiful Girl –ORIGINAL-
Author       : RBRose(R)
Genre         : Romance
Lenght        : Chapter (3) {Ch.1/ Ch.2}
Cast            :Namja : Cho KyuHyun, Lee Hyukjae (Enyuk), Lee Donghae, Choi Siwon, Kim Kibum (Key), Lee Jinki, Lee Taemin, Choi Minho, Taecyeon, Lee Jan Gyuk / Yusuf
                     Yeoja : Shin Nara, Eun Minji, Lee DhiHae, Kim Jisung, Kim Yoona, Wonna Lau, Kim Casung, Jessica, Suzy
 Reposted   : Facebook


buat temen temen akuhh,,,hikz hikz.., makasih udanh ngkritik ff aku yg ke 2, makasih banyak soalnya isinya ada yng salah..,hikz hikz :’(, aku makasih banget.., tangisan aku ini tangisan bahagia buat kalian semua., aku sembahkan ff yg ke 3 ini buat kalian, met baca.., hikz hikz, #RCL…!!!


Dari Choi Siwon dulu aja yaahh.., Choi Siwon itu orangnya sangat dingin, tapi menyenangkan (murah senyum), dia cukup ganteng, tapi sayang…, dia PlayBoy. Banyak banget mantannya di sekolah yang dulu, kalo disini, nanti, gimana ya dia...???
Lee HyukJae (panggilannya Enyuk) seorang atlet basket di sekolah. Ia sering banget gonta ganti model rambut. Sampai Hair exteintion pernah dia coba. Dengan badan yang cukup tinggi dan putih bersih, dia disukai banyak cewek, tapi dia sudah punya pacar, dan sudah setahun kurang sebulan ia memacari Eun Minji.
Eun Minji ialah seorang famous girl di Seoul. Terbukti dari karya-karyanya yang begitu menghebohkan.., seperti nyanyiannya, serta tingkah lakunya yang banyak ditiru oleh khalayak (contoh: Alhamdulillah yah, Sesuatu buat saya…), wwaaooooouuuwww… :O
Minji sama dengan Enyuk, dia juga masih SMA kelas XI, dia juga satu sekolah dengan Enyuk, tapi Minji kelas XI-C. Minji orangnya lemah lembut, cantik, pengertian, agak centil, tapi dia orannya ceroboh, sedikit cerita, waktu itu dia sedang bingung-bingung nya mengerjakan soal LKS, dan saat itu, pensilnya hilang, dia mencari pensil itu kemana-mana, tapi hasilnya nihil, dan salah seorang memberitahu Minji, kalu pensil yang dia cari itu, sedang ia kantongi di saku roknya. Sejenak Minji terdiam karena malu. Eun Minji mempunyai gangster yang bernama Cup Cup Cup Couple, sebut aja CiFour, yang beranggotakan : Dirinya (Eun Minji), Kim Yoona, dan Jessica.
Dijelasin lagi yahh..
Kim Yoona itu cantik, baik, tapi semenjak iya masuk CiFour, sifatnya berubah, sekarang dia agak kecentilan gimana gituu.., tapi tetap professional dong. Oiya, dia juga sama seperti Minji, sama-sama penyanyi. Dia juga sekals dengan Minji dan Jessica.
Jessica, agak cantik, tapi centil, agak nakal, tapi pengertian, gimana ya ngejelasinnya, ya pokoknya gitu deh.., haha…, Jessica juga sama seperti Yoona dan Minji, sama-sama penyanyi.
***

Saat dekenalkan dengan gurunya, muka Choi Minho seperti mengejek pada kelasnya. Entah sebegitu apanya dia sampai seperti itu.
“kelas apaan ini, lihat temboknya, penuh coretan.., kenapa aku dimasukan ke kelas ini, dan liat anak-anak nya, mukanya begitu memelaskan.. :p” gumamnya dalam hati kesal.
Memang, Choi Minho berbeda 90° dengan hyungnya Siwon, sedikit biografi, dia berpostur tinggi dengan kulit yang begitu putih, sangat menyukai olah raga basket, tapi sayang, sifatnya congkak, dingin dan cukup serius, tapi kalo ngliat orang bahagia, kadang-kadang dia suka meledek bahkan menjahili orang tersebut.

Dia duduk di samping seorang yeoja, karena peraturan di kelas itu, duduk harus dengan lawan jenisnya. Seorang yeoja dengan tubuh agak pendek (± 166cm), dengan kulit yang rada kecoklatan dan rambut yang mengkibas sebahu. Sifat yeoja itu sama dengan Minho, hanya saja jika yeoja itu melihat seseorang yang lemah atau tak mampu melakukan sesuatu, atau bahkan melihat orang tidak mampu saja, dia merasa kasihan, yeoja itu ialah Kim Jisung.
Kim Jisung (biasa di panggil Jisung) ia tinggal dengan nenek serta adik laki-lakinya saja. Orang tuanya pergi mencari nafkah ke kota seberang.

“apaan kelas kayak beginian, temboknya di corat coret lah, n bau apa sih ini, melati, aku tidak suka bau melati, menjijikkan :P” keluh Minho saat baru duduk di bangkunya. “hheehh, kalo ngomong jangan sembarangan yaa, itu wangi kelas ini, cuma melati doang jijik, aku aja biasa-biasa aja tuh.., kamu tuh anak baru di kelas ini, jaga omongan kamu, seharusnya kamu tuh bersyukur kamu di sekolahin, dasaarr anak manja kau..” bentak Jisung pada Minho, sesaat Minho terdiam, memikirkan apa yang telah ia katakan. “Mianhaeyo, jesonghamnida noona..” maaf Minho pada Jisung. “Noona-noonai, panggil aku Jisung, Kim Jisung, emang aku siapamu, main panggil noona-noonai segala” Jisung masih kesal atas perbuatan Minho tadi. “Nae, Kim Jisung, mianhaeyo..” ujar Minho meminta maaf yang kedua kalinya.

Bel Istirahat berbunyi, Kim Jisung ingin sekali bertemu eoni Nara, karena ia satu-satunya teman sekaligus tetangga rumah di sekolah ini. Jisung ingin sekali curhat sama eoni Nara. “aaaaaaaaa…, eoni…!!!” teriak Jisung menghampiri Nara. “aaaaaaaa…, Jisungg…!!!” balas Nara sambil memeluk Jisung. “eoni, aku mau curhat bole ga..??” tanya Jisung memastikan. “curhat apaa.., pasti mobil mewah ituh.., jangan disini yuu, banyak orang, mendingan kita cari tempat yang adem..??” ajak Nara menuju tempat yang disebut.
“eoni.., tadi aku kessel sama anak baru yang punya mobil ituuhh…” curhat Jisung memelas. “kesseell kenapa Jisung…??” balas Nara mencoba mempertenang suasana hati Jisung. “iiiiaaahh, tadi anak baru itu sapa namanyaa,, ho ho…, siapaa…”. “Lee MinHo???” ucap Nara meledek. “bukaaannnn…”. “siapa kalo gituh…???” ujar Nara penasaran. “Choi MinHo…” jawab Jisung membenarkan. “Choi MinHo adenya Choi Siwon???” tanya Nara memastikan. “emang dia punya kakak???”. “ya punya laahh, orang kelas kakaknya sebelahan ama aku…”. “ooooooo…, neeee.., baru tau akuh…” ujar Jisung kebingungan. “udah cepet, apa yang mau kamu omongin tadi…” pinta Nara memaksa. “ooohhh, tadi tuh gini, waktu MinHo masuk kelas aku, dia tuh sombong banget, mentang-mentang orang kaya, masa dia bilang gini coba ‘apaan kelas kayak beginian, temboknya di corat coret lah, n bau apa sih ini, melati, aku tidak suka bau melati, menjijikkan :P’ kesseelll aku tuh, langsung aku bentak aja dia..” curhat Jisung penuh dengan perasaan. “gimana bentaknya???”. “gini nih… ‘hheehh, kalo ngomong jangan sembarangan yaa, itu wangi kelas ini, cuma melati doang jijik, aku aja biasa-biasa aja tuh.., kamu tuh anak baru di kelas ini, jaga omongan kamu, seharusnya kamu tuh bersyukur kamu di sekolahin, dasaarr anak manja kau..’ gitu akunyaaa…” ujar Jisung begitu marah dan kesalnya pada MinHo.

Saat mereka sedang duduk di tempat dimana mereka ngobrol tadi, terdengar dari kejauhan ada yang memanggil Shin Nara. “Narraaaaaa…” teriak Wonna dan DhiHae. “hhhhaaaaiiiiiii, darimana kalian…???” kata Nara. “abis jajan.., Shin Nara mau???” balas DhiHae sambil menawarkan jajanannya pada Nara. “kok ga dikenalin siih temennya…” ledek Wonna pada Nara. “oohh iyaahh.., kenalin ini Kim Jisung” ujar Nara memperkenalkan Jisung. “annyeong haseyo Jisung…” sapa Wonna dan DhiHae. “annyeong haseyo…” balas Jisung pada mereka berdua.
“Jisuuuunngg…” teriak seorang yeoja dari kejauhan. “kenapa kamu ninggalin aku tadi pas di kelas…, boring aku tuh, ga ada temennya, apalagi ngliat muka anak baru itu…” lanjut yeoja itu yang kemudian berusaha menenangkan diri dan mendekati Jisung. “mianhaeyo Casung-ssi.., habis tadi kamu lagi sibuk ngerjain apaa gituu, jadi aku tinggalin kamu deh…, miann…” ujar Jisung memelas. “siapa dia…???” tanya Nara penasaran. “ooohhh, dia itu Kim Casung, dia sodara aku eoni…, dia juga sekelas ama aku…” jelas Jisung memperkenalkan Casung. “annyeong haseyo Casung…” sapa Wonna, DhiHae, dan Nara. “annyeong…” balas Casung.
“kita muter muter yuukkk, sambil cari suasana gituh.., biar gak bete gitu…” ajak DhiHae. “iya yuukk, aku pengen liat muka pacar aku ihh…” ujar Wonna keceplosan. “emang kamu punya pacar???” tanya Nara penasaran. “eeehhh salaahh, calon pacar aku…” jelas Wonna. “siapa siihh pacarnya.., ga dikenalin ama kita-kita…” ledek Jisung berani. “baru caaallloooonnn Jisung…” teriak Nara, DhiHae, Wonna, Casung kessall. “ooohh hahaaa…, mian.., mianhaeyo chingudeul…” ucap Jisung karena malu.
“sut sut sut eehhh, ganteng banget yaahhhh…” gumam Wonna sambil menunjuk ke arah Choi Siwon. “mana mana mana…???” tanya DhiHae penasaran. “iittuhh, yang lagi sama siapa ituh.., ssii Enyuk, tau gaaakk…???” tunjuk Wonna bahagia.

Bahagia di muka Wonna, terhapus karena kedatangan CiFour ke tempat Siwon dan Enyuk berada, terlihat salah seorang yeoja memperkenalkan Siwon pada teman-temannya sambil merangkul tangan Enyuk. “CiFour yang celalu famous in anywhere, ini Choi Siwon, yang tadi pake mobil mewah ituuh..” kata yeoja itu yang ternyata adalah Eun Minji. “ooooohhhh, ini yang tadi naik mobil ituh.., apa dia sama seperti kita.., terkenal dimana-mana??” tanya Yoona. “oooohhh.., sudah tentu jelas, ayo ceman-ceman, sapa diaa..” ujar Minji dengan perkataannya yang agak manja. “annyeong haseyo oppa ganteng…” sapa Yoona dan Jessica. “baguuuzzz…” ujar Minji mengkritik sapaan mereka. “annyeong haseyo…” balas Siwon ragu.

“Wonnaa.., kamu kenapaa…??? Pasti gara-gara CiFour ittuuhh.., keseell iihh, pengen ngrasain sumpelan aku haahhh…” kesal DhiHae. “sabar Wonna.., kami mendukungmu untuk jadi pacar dia (Siwon), kamu jangan nangis lagi yaahhh…” ujar Nara sambil menenangkan hati Wonna. “iya makasih yaahh udah dukung akuhh.., hikz hikz…” geram Wonna yang akan mereda tangisannya.
“hheeyyy, dia kenapa???” kata seorang namja yang sedang berjalan menghampiri Wonna. “kenapa dia??” ujar namja itu yang tak lain adalah Taemin. “aaniiyo.., dia gapapa kok oppa…” jelas Jisung singkat. “tapi kenapa dia menangis…???” tanya Taemin penasaran. “kenapa dia??” kata seorang namja lagi yang sedang berjalan menghampiri Taemin. “mollaa…” jawab Taemin pada namja itu yang ternyata Jinki. “ooooo, sudah tenang kah dirimu???” tanya Jinki pada Wonna. “sudah…” jawabnya melega.
“sut sut, siapa sih ituh.., ganteng banget…, siapa namnya…???” bisik Casung pada Jisung. “oooohhh, itu Lee Jinki, waeyo Casung-ssi???” jawabnya. “aaahhh, annii…” lanjut Casung. “aaaaaaa, sarangheo, Casung naksir Jinki yaahh…??? Tenang-tenang, rahasiamu aman kok…” balas Jisung meledek. “aaaaaaahhh, Jisung, selalu begitu.., padahal aku hanya ingin menanyakan namanya sajaa…” ujar Casung dengan rona wajah yang memerah.
“ayo, ajak dia ke UKS sekarang” pinta Taemin untuk membawa Wonna ke UKS.

Sesampainya di UKS, Wonna langsung di baringkan ke kursi, mengingat kejadian tadi, semua teman-teman yeojanya bersedih. “memangnya kenapa sih dia, sampai bisa nangis histeris gitu…???” tanya Jinki penasaran. “jadi gini, tadi tuh kita rame-rame diajak Wonna buat ngeliat Siwon, anak baru ituh.., nah terus, kita ngeliat CiFour ngedatengin Siwon hyung, jelas-jelas Wonna sedih, karena artis favoritnya, ngobrol sama CiFour.., gitu Jinki…” jelas Nara. “ooooo…, arasoyooo…, jadi cuma gitu aja dia bisa nangis…, cengeng kau… :P” ledek Taemin pada Wonna yang membuat Wonna tambah semangat karena ledekan dari Taemin membuatnya tertawa kecil.
“eh eh, liat.., kita kayak gangster gini deh..” ujar Shin Nara memastikan. “iihh iya yaahh, kita bikin gangster aja yyuukk…!!!” balas Wonna yang semangatnya ada lagi. “jangan bikin gangster, nanti bisa dirajia ama guru..” jelas DhiHae kecewa. “tapi CiFour gapapa tuuhh…” ucap Jisung memastikan. “mmendingan kita bikin grup sharing aja gimana…” jelas Nara. “iihh, iyaahh.., tapi apa namanyaa, trus siapa leadernya???” kata Casung kecewa. “aku boleh ikut campur yaa…” tanya Jinki. “bbbooollleeehhh… :D” serentak semua yeoja disana memperbolehkan. “gimana kalo kita buat namanya FLY, terus leadernya Shin Nara, gimana…, pada mau gak…” “mau mau mau…” serentak semua yeoja menyetujuinya. “trus kamu jadi apa nanti…” ujar Nara bahagia. “aku dan Taemin managernya…” jelas Jinki singkat. “oke deh kalo gitu.., setuju yaahh.., gunting pita dulu ggaaa….???” Tanya Jisung. “gggaa uuusssaahhhh, orang Cuma buat main-main ajaahhh…” jelas DhiHae sambil mentertawainya. “yyaa perlu dong, biar grup kita ini akan ada sampai akhir nanti” jelas Jinki yang telah membuat DhiHae malu. “aayoooo pitanya manaaa, sekalian sama guntingnyaa…” pinta Taemin sebagai manager. “ini-ini…” ujar Casung sambil membawa benang kasur dan gunting. “pake pita, Cassuuuunngggg…” ucap Wonna kesseelll. “sabaarr bbuuuu…” kata Nara mempertenang. “udah lah, seadanya ajaa…” ucap manager Jinki.

Dan acara gunting pita pun dimulai. Saat itu, mereka sangat bahagia (tentunya), dan sangat bersemangat lagi untuk kedepannya. Kali ini anggota FLY berjumlah 7 orang yaitu : Shin Nara (Leader), Wonna Lau, Lee DhiHae, Kim Jisung, Kim Casung, Lee Jinki (manager1), dan Lee Taemin (manager2).
Bel masuk kelas pun berbunyi, saatnya mereka untuk meninggalkan ruang UKS. Tapi sebelumnya, mereka sudah janjian, nanti kalo pulang sekolah, mereka berkumpul lagi, tempatnya di rumah Leader.
Ternyata, kejadian itu diketahui oleh seorang namja dengan rambut agak aneh, botak di sebelah kanannya. Hal ini diketahui oleh Nara, tapi namja itu langsung pergi begitu saja.

“annyeong.., nanti ketemu lagi yaahhh…” salam Leader pada Jisung dan Casung, karena mereka beda kelasnya. “annyeong leader…” balas Casung. “palli Nara.., Guru Lee sudah masuk kelas…” ajak Taemin. “aahh, apaahhh, yang benar sajahh…???” ujar Wonna. “eehhh iya, bennerr hayoohh…, aku masuk duluan yaahh…” kata DhiHae dengan masuk kelas lebih dulu dari teman-temannya. “annyeong appa…” salam DhiHae, dan terus dilanjutkan oleh temannya yang dibelakangnya. “tos timana bararageur…” balas Guru Lee. “henteu pa, tos arulin wweehh” jawab Wonna yang lalu menghampiri bangkunya.

“sssttt, eehh, kamu darimana tadi…???” tanya Kyu penasaran. “oohhh, nggaakk, Cuma main-main aja sama temen…, waeyo??” jawab Nara. “oohhh, emang udah pada kenal…???” Kyu kembali bertanya. “ya udah laahh, masa belum, Shin Nara gitu loohh… :P” jawab Nara meledek. “aaaaa…, ya udah deh, terserah kamu aja..”. “hheeemmm…”.
“apaan siihh, orang main aja pake ditanyain segala.., emang kamu siapa aku??? Main penasaran gitu aja ama aku…, huh dasar namja” gumam Nara dalam hati menyindir Kyu. “aaaaaaahhh, ani.., kenapa aku penasaran sama dia, dan kenapa saat aku bicara sama dia, aku merasa gugup…, waeyo kyu hyun…???” gumam Kyu dalam hati.

“yeuh.., ayeuna teh bapa bade nerangkeun warna kecap ti Aristoteles.” terang guru Lee pada semua murid yang ada di situ.

“warna kecap teh, aya sabaraha hiji…???” tanya guru Lee pada semua murid. “apaan katanyaa…” bisik Nara pada Kyu. “ katanyaa, jenis kata ada berapa macam…???” jelas Kyu. “ooohhh, aku bisa, aku bisaa…” ujar Nara yang bahagia saat itu.
“appa appa…, aku bissaa…” ucapnya bahagia sambil mengacungkan tangannya. “Sok sabaraha…?? Saha namina neng teh..” ujar Guru Lee pada Nara. “aaaahhh.., kenapa appa??” ucap Nara bingung. “ada berapa jenis.., siapa namanya…” jelas guru Lee. “ooohh.., Shin Nara, ada 12 appa..” jawab Nara singkat. “apa ajah sok..” tanya guru Lee melanjutkan. “eeeggghhhh…, sipat, bilangan, barang, kerja, kata depan, seruan, berita, pengantar, perintah, penambah, pengantar kata kerja…” ucap Nara menjawab dengan jelas pertanyaan dari guru Lee. “oooohhhh.., enya.., betul sekali Naraa.., kamsahamida buat Shin Nara.., ayoooo, tepuk tangan buat Nara…” pinta guru Lee. “ayeuna…,” belum selesai guru Lee menerangkan berbicara, handphone guru Lee berbunyi, seperti ada telepon. “yeoboseyo…” ucapnya pada seseorang yang ada di seberang telpon.

“aahhh, aku penasaran, siapa siih yang berani mengintip kegiatan kami di UKS tadi…, berani-berani sekali anak itu…, aku takut F.L.Y akan hancur dengan terjangan-terjangan dari CiFour nanti…” gumam Nara mengingatkan seorang namja yang mencurigakan tadi.
“aaahhh, aku curiga dengan dia.., matanya sangat lihai sekali untuk memperhatikan orang satu-satu…” gumam Nara menunjuk ke seorang namja yang bernama Key.
“Kyu, kamu tahu siapa dia…???” tanya Nara pada Kyu sambil menunjuk ke arah Key. “oooohhh, dia Key, Kim Kibum, waeyo…???” Kyu berbalik menanya. “annii.., aku curiga sama dia..” ujar Nara.


Gimandose ff nya.., haha, maaf yaahh sebelumnya teman teman, ff yang lalu lalu sempet dirombak.., dan semoga ff yg ini, n seterusnya ga dirombak-rombak lagi.., amin gomawo all udah bacaa..
Tapi, qyu masih butuh kritikan niihh, ayo yang udh baca komen yyaaaa…

0 komentar:

Posting Komentar