Simpan template dan lihatl Red Bubble Rose: Don't Go

Sabtu, 05 April 2014

Don't Go



Don’t Go!
(gajimarayo)
part 1 
Judul          : Don’t Go  (가지 마)
Author        : RBRose(S)
Genre         : Romance, etc.
Main Cast    : Lee Donghae & Cho Kyuhyun (super Junior)
                           Vanni hwang (OC)
Other Cast  : guess who?!?
Length        : Part / chapter (part 2)
Note          : be happy readers and give Comment



15 OKTOBER 2012


Jam menunjukkan pukul 10 pagi dimana rapat kerjasama perwakilan dari 2 perusahaan besar yaitu perusahaan Gyesuk dan choguk berakhir.


"Hyung!" Kyuhyun segera menghampiri Donghae yang terlihat bergegas pergi meninggalkan ruang rapat begitu rapat berakhir.

"Oh, Kyuhyun-ah wae?" Tanya Donghae yang melihat kyuhyun menghampirinya. Bukan hal baru memang jika Kyuhyun akan langsung menemui orang yang dianggapnya sebagai hyungnya atau bisa dibilang hyung angkatnya itu selesai rapat kerjasama perusahaan Gyesuk dan Choguk. Tapi, bagi Donghae saat ini bukanlah saat yang tepat untuk berbincang-bincang seperti biasa dengan Kyuhyun. Seseorang sedang menunggunya.

"Ani, hyung. Aku hanya berharap semoga kerjasama perusahaan kali ini bisa berjalan lancar seperti biasa dan sesuai dengan harapan kita." jawab Kyuhyun basa-basi.

 Mereka berdua adalah perwakilan dari perusahaan Gyesuk dan Choguk. Kyuhyun adalah seorang Chaebol dari perusahaan Choguk sedangkan Donghae adalah anak dari mantan sekretaris CEO perusahaan Gyesuk yang juga bekerja dan menjadi karyawan kepercayaan di perusahaan Gyesuk.

Seringnya hubungan kerjasama antar dua perusahaan itulah yang membuat mereka menjadi dekat sehingga banyak orang-orang perusahaan yang mengatakan mereka terlihat seperti kakak beradik, ditambah kedua wajah mereka yang sama-sama tampan. Sempurna sudah.

"Oh, ye." Balas Donghae singkat.

"Hanya itu?" Tanya Kyuhyun yang mendapat respon singkat Donghae.

"Ye, wae?"

"Oh, ayolah hyung, kau tidak perlu memakai bahasa formal padaku diluar jam kerja." Komentar Kyuhyun.

"Lalu, bagaimana kalau kita tidak usah bertemu diluar jam kerja." canda Donghae yang terdengar cukup serius ditelinga Kyuhyun.

"Ya! Hyung bagaimana kau bisa melakukan hal itu padaku. Ah, aku hampir lupa. Saengil chukka hyung. Bagaimana kalau kita makan siang untuk merayakan hari jadimu ini?" tawar Kyuhyun yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Donghae.

"Mian Kyuhyun-ah, ada hal yang harus aku lakukan sekarang." jawab Donghae, singkat dan halus, tapi tegas.

"Ayolah Hyung. Kau tidak perlu bersikap seperti orang sibuk. Setidaknya kau harus merayakan ulang tahunmu bersamaku. Bagaimana kalau nanti malam kita pergi ke kafe langgananku? Banyak gadis-gadis cantik disana, kau bisa pilih satu dan sisanya untukku." Kyuhyun memasang senyum evilnya yang khas.

"Ya! Kafe bukan tempat yang baik bagi seorang chaebol sepertimu. Lagipula gadis-gadis disana tidak pantas untukmu Kyuhyun-ah." Donghae menasehati Kyuhyunnya itu.

"Ah, kau ini hyung, kata-katamu itu seperti tidak ada ujungnya jika menasehati orang." protes Kyuhyun. "Lagipula aku ingin menikmati masa-masa kebebasanku sebelum hari pertunanganku nanti." sambungnya.

"mwo? Kau akan bertunangan? Siapa gadis itu?" Ia hampir melupakan janjinya pada orang yang telah menunggunya hanya karena penasaran dengan jawaban misterius Kyuhyun.

"Shireo-yo hyung, aku tidak akan memberitahumu sebelum kau beritahu siapa orang yang membuatmu terburu-buru seperti ini sekarang, menyebalkan." jawab Kyuhyun membuat Dongha mengingat kembali akan janjinya itu.

"Ah, hampir saja aku lupa." Donghae melirik kearah jam tangan hitam yang melingkar dipergelangan tangannya. "Ya! Jangan membuang-buang waktuku dengan perkataan aneh seperti itu." protesnya yang disambut tawa dari Kyuhyun.

"Ah, aku menyesal mengatakannya. A, apa kau akan menemaniku ke kafe nanti malam kalau aku memberitahumu?" ucap Kyuhyun masih dengan senyum evilnya.

"Tidak, terimakasih." balas Donghae. "Aku sudah tau ciri-ciri gadis itu." sambungnya.

"Ne? Bahkan eomma baru tau kemarin. Bagaimana kau bisa tau Hyung?" Kyuhyun sedikit terkejut mendengarnya.

"Ya! kau pikir aku tidak tau seleramu?! Cantik dan manis, bukankah itu tipe gadismu? Dan satu hal lagi, dia pastinya seorang anak pejabat atau apalah itu yang kekayaannya tidak jauh beda darimu." tebak Donghae.

"Ne, dia cantik dan manis." jawab Kyuhyun singkat, pikirannya menerawang wajah gadis itu. Mengingat-ingat kembali wajah yang tergambar dari foto terbaru calon tunangannya yang dilihatnya kemarin malam. Ah, mengingatnya membuat Kyuhyun menjadi gila.

"Akan kukenalkan padamu Hyung, segera setelah kau mengenalkan gadismu padaku." Jawab Kyuhyun asal. "mengingat kau menolak untuk diperkenalkan dengan gadis-gadis dikafe yang kutawarkan tadi, sepertinya kau sudah punya yeoja sendiri." sambung Kyuhyun yang membuat urung Donghae untuk bertanya darimana dia tau bahwa Donghae memiliki seorang gadis yang spesial baginya.

"Terserah apa katamu. Aku harus pergi sekarang." jawab Donghae pergi begitu saja, meninggalkan Kyuhyun yang memanggil-manggilnya.

"Meladeninya, butuh waktu yang cukup banyak."  pikir Donghae.

"ya! Hyung aku belum selesai berbicara." panggil Kyuhyun, tanpa sahutan dari Donghae yang telah menghilang dibalik lift.

"Kuharap hubungan kerjasama kita baik-baik saja hyung, tetap baik-baik saja." 

~~∞ő∞~~

"Oppa, kau lama sekali." ucap seorang gadis berumur sekitar 22 tahun begitu melihat Donghae tiba.

"A, mianhae chagi. tadi aku sedikit sibuk." jawab Donghae berusaha mencegah Yeojanya untuk tidak marah.

"Gwenchana Oppa, aku sudah terbiasa dengan keterlambatanmu." gadis itu melipat kedua tangannya didepan dadanya dan mengalihkan perhatiannya kearah lain.

"Aigo, apa ini yang kau bilang tidak apa-apa? Kau malah terlihat mengerikan dimataku." Donghae menyikut pelan lengan gadis itu.

"Ne, gwenchana-yo Oppa, aku akan tetap menunggumu." jawab gadis yang bernama Vanni itu akhirnya. 

Vanni Hwang lengkapnya. Anak tunggal dari keluarga Hwang, pemilik perusahaan Gyesuk. Perusahaan dimana Donghae bekerja beberapa tahun ini. Perusahaan dimana Appanya mendapat uang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka hingga beberapa tahun silam, sekaligus perusahaan yang telah merenggut nyawa appanya, Lee Jaesuk. Miris bukan.

"Arra, aku yakin kau akan menungguku." Donghae memeluk Vanni dari belakang.  Menyandarkan dagunya diatas pundak Vanni, membuang nafasnya perlahan berharap gadis itu tidak mendengarnya. Mendengar kata 'menunggu' yang diucapkan Vanni, gadis yang dicintainya barusan membuatnya merasa sedikit terbebani.

Ya, harus sampai kapan mereka menunggu untuk memberitahu dunia tentang hubungan mereka. Hubungan yang selama 5 tahun ini mereka sembunyikan. Hubungan yang cukup mustahil bagi mereka untuk direstui. Bagaimana tidak, Donghae Eomma sangat membenci perusahaan Gyesuk yang telah merenggut nyawa suaminya pada insiden kebakaran kantor cabang Gyesuk 6 tahun yang lalu. Hal itupun yang membuat Donghae menyembunyikan statusnya sebagai karyawan Gyesuk dari Eommanya. 

Sedangkan dikeluarga Vanni, tuan Hwang adalah orang yang benar-benar memperhatikan status kasta seseorang. Ia tidak suka jika anaknya memiliki keturunan dari orang yang sembarangan. Prinsipnya jika calon menantunya tidak lebih tinggi kastanya darinya, setidaknya calon menantunya itu dapat menyamai derajat keluarganya. 

Tentu saja kriteria itu masih cukup sulit untuk digapai Donghae yang hanya berstatuskan bawahan, walaupun ia sering diminta untuk mewakili rapat-rapat perusahaan dan termasuk salah satu dari karyawan kebanggaan perusahaan Gyesuk.

"Oppa, Saengil Chukkae." ucap Vanni segera begitu Donghae melepas pelukannya.

"Oh, gomawo chagi." balas Donghae, membiarkan tangannya yang masih merangkul pinggang Vanni.

"Hanya terimakasih? Aku ingin meminta yang lain." jawab Vanni, membuat Donghae mengerutkan keningnya.

"Mwo? Bukankah hari ini hari ulang tahunku?" Donghae menatap Vanni dengan raut wajah yang sedikit bingung.

"Oppa, aku ingin bertemu eomma-mu." pinta Vanni tiba-tiba membuat raut wajah Donghae sedikit berubah.

Donghae memutar-mutar otaknya, berusaha mencarikan jalan yang tepat. Disatu sisi dia merasa senang mendengar permintaan Vanni yang menunjukkan bahwa ia benar-benar serius mencintainya. Disisi lain, ia mengkhawatirkan eommanya. Jangankan memiliki hubungan dengan anak dari pemilik perusahaan Gyesuk, bekerja disana saja ia masih harus merahasiakannya dari eommanya. Dan kali ini, gadis yang dicintainya mengajukan permohonan yang sedikit sulit dihari ulang tahunnya.

"Apa kau yakin." tanya Donghae, yang dibalas anggukan semangat dari Vanni ditambah senyumannya.

"Ne, Kajja. Kita kerumahku sekarang." ajak Donghae, dia tidak tega melihat Vanni bersedih dan beranggapan bahwa dia akan selalu menyembunyikan hubungan mereka.

"ah, mianhae eomma, aku sangat mencintainya." batin Donghae, dia tidak tega melihat wajah kecewa Vanni terus-menerus. "Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk memulainya lebih baik dari sekarang." pikirnya lagi.

Cukup berat memang, tapi apa lagi yang harus dilakukannya. 5 tahun, bukan waktu yang sebentar bukan.

~~∞ő∞~~

Sebuah mobil sedan hitam kecil berhenti didepan sebuah rumah berlantai dua. Bukan rumah yang mewah memang, tapi dengan arsitektur yang terkesan elegan dan nyaman ditahun 90-an.

Seorang satpam keluar dari posnya, membukakan pagar yang berwarna hitam setinggi 1,5 meter didepannya.

Tak lama setelah mobil masuk kehalaman rumah. Donghae turun dari mobilnya, mengitari mobil itu dan membukakan pintu untuk Vanni.

"Ini rumahmu Oppa? Benar-benar indah." Puji Vanni tangannya masih melekat pada lengan Donghae. Walaupun begitu rumahnya jauh lebih besar dan modern, dibanding rumah ini, rumahnya benar-benar terlihat seperti istana.

"Mmm," Donghae menganggukan kepalanya. "Tidak sebesar rumahmu yang seperti istana, bukan. Tapi tempat inilah yang melindungiku hingga aku sebesar ini." Sambungnya.

"huuuuh." Vanni berkali-kali membuang nafasnya panjang. "Aku harap eomma-mu menerimaku." Ucapnya lagi.

"Akan kupikirkan cara agar eomma menerimamu." Balas Donghae.

Cklik,...

Pintu rumah dibuka dari dalam, seorang gadis seumuran Vanni yang membukakan pintu itu.

"Oppa, kau sudah pu.." Nada terkejut terdengar dari suaranya begitu melihat gadis yang berdiri tepat disamping Oppanya.

"Apa aku tidak salah lihat, atau kalian benar-benar akan melakukannya?" Ucap gadis itu sedikit menyeringai Vanni.

"Melakukan apa maksudmu?" Balas Vanni, jujur dia bisa saja menampar gadis itu secara brutal kalau Donghae tidak ada disebelahnya, dan kalau saja gadis itu bukan adik Donghae, orang yang dicintainya.

"Berperilakulah yang lebih sopan Jin ah-ya." Donghae yang melihatnya hanya menegur adiknya itu ringan, berharap teguran itu segera menghentikan perdebatan itu.

"Ck, Apalagi yang akan kau ambil dariku Vanni-ya? Kau benar-benar licik. Apa kau tidak puas setelah kau ambil semua perhatian orang-orang yang aku sayangi? Appa-ku menyayangimu semenjak kau kecil sampai dia meninggal sekalipun itu semua karena rasa sayangnya padamu, lalu kau mengambil perhatian Oppa-ku, dan setelah ini sepertinya kau berniat mengambil perhatian eomma-ku. Cih, sia-sia eomma pasti membencimu." Sinis Jin ah.

"Bersikap dewasalah Jin ah-ya. Seharusnya kau menghormatinya sama seperti kau menghormatiku." Donghae meninggalkan adiknya begitu saja didepan pintu, takut dia hanya akan membuat hati kedua yeoja yang dicintainya itu terluka jika terlalu lama disana.

Jin ah hampir menangis kalau saja matanya tidak menangkap bayangan sebuah mobil sport mewah berwarna merah yang terparkir didepan rumahnya. Bagaimana tidak, kenyataannya Oppa-nya bahkan tidak membelanya sama sekali.

"Kyuhyun-ah" serunya refleks begitu melihat plat nomor mobil itu sama dengan plat nomor mobil Kyuhyun, teman kecilnya. Dia segera berlari menuju mobil itu.

"Kau tidak masuk?" tanyanya begitu kaca mobil itu diturunkan.

"tidak, terimakasih." Jawab Kyuhyun singkat dengan senyuman tergaris diwajahnya.

"Oppa, ada didalam. Apa kau sudah mengucapkan selamat ulang tahun untuknya?" tanya Jin ah, dia berharap namja bernama Kyuhyun itu masuk atau paling tidak menemaninya sebentar karena didalam ada Vanni, orang yang dibencinya.

"tidak, aku sudah mengucapkannnya tadi pagi sepulang rapat." jawab Kyuhyun. "dan sepertinya, ia sibuk." sambungnya dengan kata sibuk yang ditekankan.

"Kau benar Jin ah-ya, seharusnya aku mendengarmu."

"Apa yang kau benarkan. Bukankah aku sudah mengingatkanmu." jawab Jin ah. Ia sadar apa yang sedang terjadi sekarang, "Lalu, apa kau akan tetap melakukannya?" tanyanya pada Kyuhyun.

"Molla, mungkin ini akan menjadi perjalanan yang cukup sulit bagiku." matanya melemas, jika saja Jin ah tidak ada didekatnya, mungkin dua buah sungai akan mengalir diwajah tampannya itu.

"Kyuhyun-ah…" Jin ah sadar apa yang telah terjadi, tapi apa yang dapat ia lakukan. Yang ia tahu sekarang adalah namja yang dicintainya, benar-benar mencintai orang yang paling dibencinya. Tidak, bukan hanya Kyuhyun, tapi semua orang yang disayanginya.


*********************************************************************


Jeng,,,,,,,,,,jeng,,jeng,,jeng,,jeng… wait ya part 2 nya : ))))))))))))))))) Maaf banyak typo dan GJ abiesss“NO PLAGIATISME AND NO BASH ASLI KARYA AKU” apa yang tertulis disini hanyalah karya fiktif belaka Okayyyyyyy. Jangan lupa komennya  J 

2 komentar:

Unknown mengatakan...

pendek bgt!!!!!

Anonim mengatakan...

wkwkwk

Posting Komentar