Don’t
Go!
(gajimarayo)
part 1
Judul : Don’t Go (가지 마)
Author :
RBRose(S)
Genre :
Romance, etc.
Main Cast : Lee Donghae & Cho Kyuhyun (super Junior)
Vanni hwang (OC)
Other Cast : guess who?!?
Length : Part / chapter (part 2)
Note : be happy readers and give Comment
Vanni hwang (OC)
Other Cast : guess who?!?
Length : Part / chapter (part 2)
Note : be happy readers and give Comment
15 OKTOBER 2012
Jam menunjukkan pukul 10 pagi dimana rapat kerjasama perwakilan
dari 2 perusahaan besar yaitu perusahaan Gyesuk dan choguk berakhir.
"Hyung!" Kyuhyun segera menghampiri Donghae yang
terlihat bergegas pergi meninggalkan ruang rapat begitu rapat berakhir.
"Oh, Kyuhyun-ah wae?" Tanya Donghae yang melihat kyuhyun
menghampirinya. Bukan hal baru memang jika Kyuhyun akan langsung menemui orang
yang dianggapnya sebagai hyungnya atau bisa dibilang hyung angkatnya itu
selesai rapat kerjasama perusahaan Gyesuk dan Choguk. Tapi, bagi Donghae saat
ini bukanlah saat yang tepat untuk berbincang-bincang seperti biasa dengan
Kyuhyun. Seseorang sedang menunggunya.
"Ani, hyung. Aku hanya berharap semoga kerjasama perusahaan
kali ini bisa berjalan lancar seperti biasa dan sesuai dengan harapan
kita." jawab Kyuhyun basa-basi.
Mereka berdua adalah perwakilan dari
perusahaan Gyesuk dan Choguk. Kyuhyun adalah seorang Chaebol dari perusahaan
Choguk sedangkan Donghae adalah anak dari mantan sekretaris CEO perusahaan
Gyesuk yang juga bekerja dan menjadi karyawan kepercayaan di perusahaan Gyesuk.
Seringnya hubungan kerjasama antar dua perusahaan itulah yang
membuat mereka menjadi dekat sehingga banyak orang-orang perusahaan yang
mengatakan mereka terlihat seperti kakak beradik, ditambah kedua wajah mereka
yang sama-sama tampan. Sempurna sudah.
"Oh, ye." Balas Donghae singkat.
"Hanya itu?" Tanya Kyuhyun yang mendapat respon singkat
Donghae.
"Ye, wae?"
"Oh, ayolah hyung, kau tidak perlu memakai bahasa formal
padaku diluar jam kerja." Komentar Kyuhyun.
"Lalu, bagaimana kalau kita tidak usah bertemu diluar jam kerja." canda Donghae yang terdengar cukup serius ditelinga Kyuhyun.
"Ya! Hyung bagaimana kau bisa melakukan hal itu padaku. Ah,
aku hampir lupa. Saengil chukka hyung. Bagaimana kalau kita makan siang untuk
merayakan hari jadimu ini?" tawar Kyuhyun yang langsung ditolak
mentah-mentah oleh Donghae.
"Mian Kyuhyun-ah, ada hal yang harus aku lakukan
sekarang." jawab Donghae, singkat dan halus, tapi tegas.
"Ayolah Hyung. Kau tidak perlu bersikap seperti orang sibuk.
Setidaknya kau harus merayakan ulang tahunmu bersamaku. Bagaimana kalau nanti
malam kita pergi ke kafe langgananku? Banyak gadis-gadis cantik disana, kau
bisa pilih satu dan sisanya untukku." Kyuhyun memasang senyum evilnya yang
khas.
"Ya! Kafe bukan tempat yang baik bagi seorang chaebol
sepertimu. Lagipula gadis-gadis disana tidak pantas untukmu Kyuhyun-ah."
Donghae menasehati Kyuhyunnya itu.
"Ah, kau ini hyung, kata-katamu itu seperti tidak ada
ujungnya jika menasehati orang." protes Kyuhyun. "Lagipula aku ingin
menikmati masa-masa kebebasanku sebelum hari pertunanganku nanti." sambungnya.
"mwo? Kau akan bertunangan? Siapa gadis itu?" Ia hampir
melupakan janjinya pada orang yang telah menunggunya hanya karena penasaran
dengan jawaban misterius Kyuhyun.
"Shireo-yo hyung, aku tidak akan memberitahumu sebelum kau
beritahu siapa orang yang membuatmu terburu-buru seperti ini sekarang,
menyebalkan." jawab Kyuhyun membuat Dongha mengingat kembali akan janjinya
itu.
"Ah, hampir saja aku lupa." Donghae melirik kearah jam
tangan hitam yang melingkar dipergelangan tangannya. "Ya! Jangan
membuang-buang waktuku dengan perkataan aneh seperti itu." protesnya yang
disambut tawa dari Kyuhyun.
"Ah, aku menyesal mengatakannya. A, apa kau akan menemaniku
ke kafe nanti malam kalau aku memberitahumu?" ucap Kyuhyun masih dengan
senyum evilnya.
"Tidak, terimakasih." balas Donghae. "Aku sudah tau
ciri-ciri gadis itu." sambungnya.
"Ne? Bahkan eomma baru tau kemarin. Bagaimana kau bisa
tau Hyung?" Kyuhyun sedikit terkejut mendengarnya.
"Ya! kau pikir aku tidak tau seleramu?! Cantik dan manis,
bukankah itu tipe gadismu? Dan satu hal lagi, dia pastinya seorang anak pejabat
atau apalah itu yang kekayaannya tidak jauh beda darimu." tebak Donghae.
"Ne, dia cantik dan manis." jawab Kyuhyun singkat,
pikirannya menerawang wajah gadis itu. Mengingat-ingat kembali wajah yang
tergambar dari foto terbaru calon tunangannya yang dilihatnya kemarin malam.
Ah, mengingatnya membuat Kyuhyun menjadi gila.
"Akan kukenalkan padamu Hyung, segera setelah kau
mengenalkan gadismu padaku." Jawab Kyuhyun asal. "mengingat kau
menolak untuk diperkenalkan dengan gadis-gadis dikafe yang kutawarkan tadi,
sepertinya kau sudah punya yeoja sendiri." sambung Kyuhyun yang membuat
urung Donghae untuk bertanya darimana dia tau bahwa Donghae memiliki seorang
gadis yang spesial baginya.
"Terserah apa katamu. Aku harus pergi sekarang." jawab
Donghae pergi begitu saja, meninggalkan Kyuhyun yang memanggil-manggilnya.
"Meladeninya, butuh waktu yang cukup banyak." pikir Donghae.
"ya! Hyung aku belum selesai berbicara." panggil Kyuhyun,
tanpa sahutan dari Donghae yang telah menghilang dibalik lift.
"Kuharap hubungan kerjasama kita baik-baik saja hyung, tetap
baik-baik saja."
~~∞ő∞~~
"Oppa, kau lama sekali." ucap seorang gadis berumur
sekitar 22 tahun begitu melihat Donghae tiba.
"Gwenchana Oppa, aku sudah terbiasa dengan
keterlambatanmu." gadis itu melipat kedua tangannya didepan dadanya dan
mengalihkan perhatiannya kearah lain.
"Aigo, apa ini yang kau bilang tidak apa-apa? Kau malah
terlihat mengerikan dimataku." Donghae menyikut pelan lengan gadis itu.
"Ne, gwenchana-yo Oppa, aku akan tetap menunggumu." jawab gadis yang bernama Vanni itu akhirnya.
Vanni Hwang lengkapnya. Anak
tunggal dari keluarga Hwang, pemilik perusahaan Gyesuk. Perusahaan dimana
Donghae bekerja beberapa tahun ini. Perusahaan dimana Appanya mendapat uang
untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka hingga beberapa tahun silam, sekaligus
perusahaan yang telah merenggut nyawa appanya, Lee Jaesuk. Miris bukan.
"Arra, aku yakin kau akan menungguku." Donghae memeluk
Vanni dari belakang. Menyandarkan dagunya diatas pundak Vanni, membuang nafasnya perlahan berharap gadis itu tidak
mendengarnya. Mendengar kata 'menunggu' yang diucapkan Vanni, gadis yang dicintainya
barusan membuatnya merasa sedikit terbebani.
Ya, harus sampai kapan mereka menunggu untuk memberitahu dunia
tentang hubungan mereka. Hubungan yang selama 5 tahun ini mereka sembunyikan.
Hubungan yang cukup mustahil bagi mereka untuk direstui. Bagaimana tidak,
Donghae Eomma sangat membenci perusahaan Gyesuk yang telah merenggut nyawa
suaminya pada insiden kebakaran kantor cabang Gyesuk 6 tahun yang lalu. Hal
itupun yang membuat Donghae menyembunyikan statusnya sebagai karyawan Gyesuk
dari Eommanya.
Sedangkan dikeluarga Vanni, tuan Hwang adalah orang yang
benar-benar memperhatikan status kasta seseorang. Ia tidak suka jika anaknya
memiliki keturunan dari orang yang sembarangan. Prinsipnya jika calon
menantunya tidak lebih tinggi kastanya darinya, setidaknya calon menantunya
itu dapat menyamai derajat keluarganya.
Tentu saja kriteria itu masih cukup
sulit untuk digapai Donghae yang hanya berstatuskan bawahan, walaupun ia sering
diminta untuk mewakili rapat-rapat perusahaan dan termasuk salah satu dari karyawan
kebanggaan perusahaan Gyesuk.
"Oppa, Saengil Chukkae." ucap Vanni segera begitu
Donghae melepas pelukannya.
"Oh, gomawo chagi." balas Donghae, membiarkan tangannya
yang masih merangkul pinggang Vanni.
"Hanya terimakasih? Aku ingin meminta yang lain." jawab
Vanni, membuat Donghae mengerutkan keningnya.
"Mwo? Bukankah hari ini hari ulang tahunku?" Donghae
menatap Vanni dengan raut wajah yang sedikit bingung.
"Oppa, aku ingin bertemu eomma-mu." pinta Vanni
tiba-tiba membuat raut wajah Donghae sedikit berubah.
Donghae memutar-mutar otaknya, berusaha mencarikan jalan yang
tepat. Disatu sisi dia merasa senang mendengar permintaan Vanni yang
menunjukkan bahwa ia benar-benar serius mencintainya. Disisi lain, ia
mengkhawatirkan eommanya. Jangankan memiliki hubungan dengan anak dari pemilik
perusahaan Gyesuk, bekerja disana saja ia masih harus merahasiakannya dari
eommanya. Dan kali ini, gadis yang dicintainya mengajukan permohonan yang
sedikit sulit dihari ulang tahunnya.
"Apa kau yakin." tanya Donghae, yang dibalas anggukan
semangat dari Vanni ditambah senyumannya.
"Ne, Kajja. Kita kerumahku sekarang." ajak Donghae, dia
tidak tega melihat Vanni bersedih dan beranggapan bahwa dia akan selalu
menyembunyikan hubungan mereka.
"ah, mianhae
eomma, aku sangat mencintainya." batin Donghae, dia tidak tega
melihat wajah kecewa Vanni terus-menerus. "Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk memulainya lebih baik
dari sekarang." pikirnya lagi.
Cukup berat memang, tapi apa lagi yang harus dilakukannya. 5
tahun, bukan waktu yang sebentar bukan.
~~∞ő∞~~
Sebuah mobil sedan hitam kecil berhenti didepan sebuah rumah
berlantai dua. Bukan rumah yang mewah memang, tapi dengan arsitektur yang
terkesan elegan dan nyaman ditahun 90-an.
Seorang satpam keluar dari posnya, membukakan pagar yang berwarna
hitam setinggi 1,5 meter didepannya.
Tak lama setelah mobil masuk kehalaman rumah. Donghae turun dari
mobilnya, mengitari mobil itu dan membukakan pintu untuk Vanni.
"Ini rumahmu Oppa? Benar-benar indah." Puji Vanni
tangannya masih melekat pada lengan Donghae. Walaupun begitu rumahnya jauh
lebih besar dan modern, dibanding rumah ini, rumahnya benar-benar terlihat
seperti istana.
"Mmm," Donghae menganggukan kepalanya. "Tidak
sebesar rumahmu yang seperti istana, bukan. Tapi tempat inilah yang melindungiku
hingga aku sebesar ini." Sambungnya.
"huuuuh." Vanni berkali-kali membuang nafasnya panjang.
"Aku harap eomma-mu menerimaku." Ucapnya lagi.
"Akan kupikirkan cara agar eomma menerimamu." Balas
Donghae.
Cklik,...
Pintu rumah dibuka dari dalam, seorang gadis seumuran Vanni yang
membukakan pintu itu.
"Oppa, kau sudah pu.." Nada terkejut terdengar dari
suaranya begitu melihat gadis yang berdiri tepat disamping Oppanya.
"Apa aku tidak salah lihat, atau kalian benar-benar akan
melakukannya?" Ucap gadis itu sedikit menyeringai Vanni.
"Melakukan apa maksudmu?" Balas Vanni, jujur dia bisa
saja menampar gadis itu secara brutal kalau Donghae tidak ada disebelahnya, dan
kalau saja gadis itu bukan adik Donghae, orang yang dicintainya.
"Berperilakulah yang lebih sopan Jin ah-ya." Donghae
yang melihatnya hanya menegur adiknya itu ringan, berharap teguran itu segera
menghentikan perdebatan itu.
"Ck, Apalagi yang akan kau ambil dariku Vanni-ya? Kau
benar-benar licik. Apa kau tidak puas setelah kau ambil semua perhatian
orang-orang yang aku sayangi? Appa-ku menyayangimu semenjak kau kecil sampai dia
meninggal sekalipun itu semua karena rasa sayangnya padamu, lalu kau mengambil
perhatian Oppa-ku, dan setelah ini sepertinya kau berniat mengambil perhatian
eomma-ku. Cih, sia-sia eomma pasti membencimu." Sinis Jin ah.
"Bersikap dewasalah Jin ah-ya. Seharusnya kau menghormatinya
sama seperti kau menghormatiku." Donghae meninggalkan adiknya begitu saja
didepan pintu, takut dia hanya akan membuat hati kedua yeoja yang dicintainya
itu terluka jika terlalu lama disana.
Jin ah hampir menangis kalau saja matanya tidak menangkap bayangan
sebuah mobil sport mewah berwarna merah yang terparkir didepan rumahnya.
Bagaimana tidak, kenyataannya Oppa-nya bahkan tidak membelanya sama sekali.
"Kyuhyun-ah" serunya refleks begitu melihat plat nomor
mobil itu sama dengan plat nomor mobil Kyuhyun, teman kecilnya. Dia segera
berlari menuju mobil itu.
"Kau tidak masuk?" tanyanya begitu kaca mobil itu
diturunkan.
"tidak, terimakasih." Jawab Kyuhyun singkat dengan
senyuman tergaris diwajahnya.
"Oppa, ada didalam. Apa kau sudah mengucapkan selamat ulang
tahun untuknya?" tanya Jin ah, dia berharap namja bernama Kyuhyun itu
masuk atau paling tidak menemaninya sebentar karena didalam ada Vanni, orang
yang dibencinya.
"tidak, aku sudah mengucapkannnya tadi pagi sepulang
rapat." jawab Kyuhyun. "dan sepertinya, ia sibuk." sambungnya
dengan kata sibuk yang ditekankan.
"Kau benar Jin ah-ya, seharusnya aku mendengarmu."
"Apa yang kau benarkan. Bukankah aku sudah
mengingatkanmu." jawab Jin ah. Ia sadar apa yang sedang terjadi
sekarang, "Lalu, apa kau akan tetap melakukannya?" tanyanya pada
Kyuhyun.
"Molla, mungkin ini akan menjadi perjalanan yang cukup sulit
bagiku." matanya melemas, jika saja Jin ah tidak ada didekatnya, mungkin
dua buah sungai akan mengalir diwajah tampannya itu.
Jeng,,,,,,,,,,jeng,,jeng,,jeng,,jeng…
wait ya part 2 nya : ))))))))))))))))) Maaf banyak typo dan GJ abiesss“NO PLAGIATISME AND NO
BASH ASLI KARYA AKU” apa yang tertulis disini hanyalah karya fiktif belaka
Okayyyyyyy. Jangan lupa komennya J

2 komentar:
pendek bgt!!!!!
wkwkwk
Posting Komentar